Setiap malam lailatul qadar, sejumlah ulama menganjurkan umat muslim untuk melaksanakan sholat tasbih sebagai bagian dari ibadah malam yang penuh keutamaan. Ibadah ini dikenal sebagai sholat sunnah yang sarat dengan zikir tasbih.
Sholat tasbih menjadi salah satu amalan yang sering dikerjakan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Banyak kaum muslimin melaksanakannya dengan harapan memperoleh ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.
Amalan ini memiliki ciri khas berupa pengulangan bacaan tasbih dalam jumlah tertentu pada setiap gerakan sholat. Karena itulah ibadah ini disebut sebagai sholat tasbih, yaitu sholat yang memperbanyak kalimat tasbih.
Sejumlah ulama menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengajarkan sholat ini kepada pamannya, Sayyidina Abbas r.a. Ajaran tersebut kemudian diriwayatkan dalam berbagai kitab fiqih yang membahas ibadah sunnah.
Malam lailatul qadar sendiri diyakini sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam istimewa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Karena keutamaannya yang besar, sholat tasbih kerap dipilih sebagai salah satu ibadah malam untuk mengisi malam lailatul qadar. Banyak masjid juga mengadakan pelaksanaan sholat tasbih secara berjamaah.
Bagi umat muslim yang ingin melaksanakannya, memahami tata cara sholat tasbih menjadi hal penting. Dengan memahami langkahnya secara benar, ibadah ini dapat dikerjakan dengan lebih khusyuk dan tertib.
Daftar isi
Kapan Sholat Tasbih Dilaksanakan?
Sholat tasbih termasuk ibadah sunnah yang tidak terikat pada satu waktu tertentu. Seorang muslim dapat melaksanakannya pada siang maupun malam hari selama tidak berada pada waktu yang dilarang untuk sholat.
Meski demikian, sebagian ulama menyebutkan bahwa pelaksanaan sholat tasbih lebih dianjurkan pada malam hari. Waktu tersebut dianggap lebih mendukung suasana khusyuk dalam beribadah kepada Allah SWT.
Di bulan Ramadan, banyak umat Islam mengerjakan sholat tasbih pada sepuluh malam terakhir. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dalam meraih keberkahan malam lailatul qadar.
Beberapa ulama juga menyampaikan bahwa sholat tasbih tidak harus dilakukan setiap hari. Ibadah ini bisa dilakukan secara berkala sesuai kemampuan masing masing umat muslim.
Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa jika seseorang mampu mengerjakannya setiap hari maka itu lebih baik. Namun jika tidak mampu, ibadah ini tetap dapat dilakukan seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan setahun sekali.
Bahkan jika seseorang belum sempat melaksanakannya secara rutin, para ulama menyebutkan bahwa sholat tasbih setidaknya dapat dilakukan sekali dalam seumur hidup sebagai bentuk ibadah sunnah yang dianjurkan.
Niat Sholat Tasbih
Sebelum memulai sholat, niat diucapkan dalam hati sesuai jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Berikut bacaan niatnya:
Niat 2 Rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tasbihi rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat 4 Rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnat tasbīhi arba’a rak’ātin lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Tasbih
Bacaan tasbih yang diulang-ulang sepanjang sholat tasbih adalah kalimat berikut ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.”
Dalam kitab Ihyâ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menambahkan kalimat wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh di akhir bacaan tasbih tersebut sebagai penyempurna.
Dalam empat rakaat penuh, bacaan tasbih ini diucapkan sebanyak 300 kali. Setiap rakaat mengandung 75 kali bacaan tasbih yang tersebar di berbagai posisi gerakan sholat.
Tata Cara Sholat Tasbih
Secara umum, gerakan sholat tasbih sama seperti sholat sunnah biasa. Perbedaannya hanya terletak pada tambahan bacaan tasbih di setiap posisi gerakan dengan jumlah tertentu.
Berikut urutan lengkap pelaksanaan sholat tasbih per rakaat:
- Ucapkan niat dalam hati, lalu lakukan takbiratul ihram.
- Baca doa iftitah, kemudian baca Surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya.
- Sebelum rukuk, baca kalimat tasbih sebanyak 15 kali.
- Rukuk sambil membaca doa rukuk, lalu sebelum bangkit baca tasbih 10 kali.
- Bangkit ke posisi itidal sambil membaca doanya, lalu baca tasbih 10 kali.
- Turun ke sujud pertama sambil membaca doa sujud, lalu sebelum bangkit baca tasbih 10 kali.
- Duduk di antara dua sujud sambil membaca doanya, lalu baca tasbih 10 kali.
- Turun ke sujud kedua sambil membaca doa sujud, lalu sebelum bangkit baca tasbih 10 kali.
- Setelah sujud kedua, jangan langsung berdiri. Duduklah sejenak dan baca tasbih 10 kali, baru kemudian berdiri untuk rakaat berikutnya.
Total dalam satu rakaat terkumpul 75 kali bacaan tasbih. Rakaat kedua hingga keempat dikerjakan dengan cara yang sama persis seperti rakaat pertama.
Khusus di akhir rakaat terakhir, setelah membaca tasyahud akhir, bacalah tasbih terlebih dahulu sebanyak 10 kali sebelum mengucapkan salam penutup.
Keutamaan Sholat Tasbih
Imam As-Subki, seorang ulama besar dari kalangan Syafi’iyah, pernah menyatakan sesuatu yang sangat kuat soal ibadah ini. Menurutnya, siapa pun yang telah mendengar keutamaan sholat tasbih lalu meninggalkannya, maka ia termasuk orang yang meremehkan agama.
Pernyataan ini dikutip oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm, dan menjadi salah satu alasan para ulama Syafi’iyah seperti Abu Muhammad Al-Baghawi serta Abul Mahasin Ar-Rayani menetapkan kesunnahan ibadah ini.
Sholat tasbih juga dipandang sebagai sarana memohon ampunan yang sangat kuat. Rasulullah SAW menyampaikannya secara khusus kepada Sayyidina Abbas r.a. sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian beliau kepada keluarganya.
Doa Setelah Sholat Tasbih
Setelah salam, sholat tasbih belum terasa lengkap tanpa berdoa dan berzikir kepada Allah SWT. Berikut doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat tasbih:
اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ…
Allâhumma innî as’aluka taufîqa ahlil hudâ, wa a’mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta’abbuda ahlil wara’i, wa ‘irfâna ahlil ‘ilmi hattâ akhâfak. Allâhumma innî as’aluka makhâfatan tahjizunî ‘an ma’âshîka hattâ a’mala bi thâ’atika ‘amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hattâ akhlusha lakan nashîhata hayâ’an minka wa hattâ atawakkala ‘alaika fil ‘umûri kullihâ wa hattâ akûna ‘uhsinuz zhanna bika, subhâna khâliqin nûr.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk orang-orang yang mendapat hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut kepada-Mu, doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara’, serta kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, tanamkanlah rasa takut di hatiku yang menghalangi diri ini dari mendurhakai-Mu, sehingga aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, bertobat dengan tulus karena takut kepada-Mu, beribadah dengan ikhlas karena malu kepada-Mu, menyerahkan segala urusanku kepada-Mu, dan selalu berbaik sangka kepada-Mu. Maha Suci Engkau Pencipta cahaya.”
Doa Khusus Malam Lailatul Qadar
Setelah doa di atas, lanjutkan dengan doa khusus Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a.:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.”
Doa ini singkat namun sarat makna. Ia mengajarkan bahwa di malam semulia Lailatul Qadar, yang paling utama diminta bukanlah harta atau kedudukan, melainkan ampunan dari Allah SWT.
Malam Lailatul Qadar hanya datang sekali dalam setahun. Mengisinya dengan sholat tasbih, zikir, dan doa adalah pilihan terbaik bagi seorang muslim yang merindukan kedekatan dengan Tuhannya.








