Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan menjadi bagian penting dalam perayaan hari kemenangan umat Islam setelah Ramadhan berakhir dengan penuh penghayatan.
Berbeda dengan sholat pada umumnya, takbir pada sholat Idul Fitri memiliki jumlah tambahan yang dilakukan pada setiap rakaat, sehingga menghadirkan suasana ibadah yang lebih khusyuk dan penuh pengagungan kepada Allah.
Di sela-sela takbir tersebut, terdapat amalan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk pujian dan penghambaan, yang memperkaya makna spiritual dalam setiap gerakan sholat Id.
Meski tidak semua ulama sepakat mengenai bacaan ini, banyak riwayat dari para sahabat yang menunjukkan kebiasaan melafalkan dzikir di antara takbir, sehingga menjadi amalan yang dikenal luas di tengah umat Islam.
Praktik ini tidak hanya memperindah ibadah, tetapi juga membantu jamaah untuk menjaga kekhusyukan selama pelaksanaan sholat, terutama karena jeda antar takbir memberi ruang untuk merenung dan mengingat Allah.
Daftar isi
- 1 Bacaan Doa Diantara Takbir Sholat Idul Fitri
- 2 Berapa Banyak Takbir dalam Sholat Idul Fitri?
- 3 Berapa Banyak Takbir dalam Sholat Idul Fitri?
- 4 Tata Urutan Lengkap Sholat Idul Fitri
- 5 Perbedaan Pendapat Ulama Soal Bacaan Diantara Takbir
- 6 Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendiri di Rumah?
- 7 Keutamaan Membaca Dzikir Diantara Takbir
Bacaan Doa Diantara Takbir Sholat Idul Fitri
Para ulama, khususnya dari mazhab Syafi’i dan Hambali, menyunnahkan membaca dzikir di antara setiap takbir dalam sholat Id. Berikut dua bacaan yang bisa diamalkan.
Bacaan Pertama:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah baik waktu pagi maupun petang.”
Bacaan Kedua:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”
Bacaan Ketiga (dari kitab Busyral Karim):
سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”
Bacaan ketiga ini bersumber dari kitab Busyral Karim karya Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin. Ketiganya sahih untuk diamalkan dan bisa dipilih sesuai kemampuan masing-masing jamaah.
Berapa Banyak Takbir dalam Sholat Idul Fitri?
Berapa Banyak Takbir dalam Sholat Idul Fitri?
Jumlah takbir pada sholat Idul Fitri berbeda di setiap rakaatnya. Ini yang menjadi pembeda utama sholat Id dibandingkan sholat fardhu maupun sholat sunnah lainnya.
Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, jamaah disunnahkan bertakbir sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir itulah dibaca salah satu dzikir yang telah disebutkan di atas.
Pada rakaat kedua, setelah berdiri dari sujud rakaat pertama, jamaah disunnahkan bertakbir sebanyak lima kali sebelum membaca Al-Fatihah. Dzikir yang sama juga dibaca di sela-sela setiap takbirnya.
Perlu diingat, tujuh takbir di rakaat pertama dihitung di luar takbiratul ihram. Begitu pula lima takbir di rakaat kedua dihitung di luar takbir saat bangkit berdiri dari sujud terakhir rakaat pertama.
Hukum takbir tambahan ini adalah sunnah. Jika terlupa mengerjakan sebagian atau seluruhnya, sholat Idul Fitri tetap sah dan tidak perlu diulang dari awal.
Tata Urutan Lengkap Sholat Idul Fitri
Agar tidak bingung saat pelaksanaan, berikut urutan sholat Idul Fitri secara lengkap dan sistematis:
- Membaca niat sholat Idul Fitri dalam hati, boleh pula dilafalkan.
- Mengucapkan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga.
- Membaca doa iftitah secara pelan dan khusyuk.
- Bertakbir tujuh kali di rakaat pertama, dengan membaca dzikir di antara setiap takbir.
- Membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan surat Al-A’la.
- Melanjutkan gerakan ruku, sujud, hingga berdiri untuk rakaat kedua.
- Bertakbir lima kali di rakaat kedua, kembali membaca dzikir di sela-selanya.
- Membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan surat Al-Ghasyiyah.
- Melanjutkan ruku, sujud, duduk tasyahud akhir, lalu salam.
- Mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai sebelum meninggalkan tempat sholat.
Perbedaan Pendapat Ulama Soal Bacaan Diantara Takbir
Menarik untuk diketahui bahwa tidak semua ulama sepakat soal adanya bacaan di antara takbir sholat Id. Ini bukan perbedaan yang perlu diperdebatkan, melainkan kekayaan khazanah fiqih Islam.
Imam Abu Hanifah, Malik, dan Al-Auza’i berpendapat tidak ada bacaan yang perlu dibaca di antara takbir sholat Id. Menurut mereka, cukup melanjutkan takbir berikutnya tanpa jeda dzikir.
Sementara Imam Syafi’i dan Imam Ahmad berpendapat sebaliknya. Mereka menyunnahkan membaca dzikir di antara setiap takbir, berdasarkan riwayat dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, Abu Musa, dan Hudzaifah yang tidak mendapat sanggahan dari sahabat lainnya.
Bagi umat Islam di Indonesia yang mayoritas mengikuti mazhab Syafi’i, bacaan dzikir di antara takbir adalah amalan yang dianjurkan dan sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak lama.
Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendiri di Rumah?
Sholat Idul Fitri memang lebih utama dikerjakan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Namun Islam memberikan keringanan bagi mereka yang tidak bisa hadir berjamaah karena alasan tertentu.
Seseorang yang terlambat datang ke lokasi sholat Id berjamaah tetap diperbolehkan sholat sendiri di rumah. Sholat Id meski sendirian tetap lebih baik daripada sama sekali tidak mengerjakannya.
Perbedaannya, jika sholat Id dilakukan sendiri, maka tidak ada khutbah setelahnya. Khutbah hanya ada dalam sholat Id berjamaah yang dipimpin oleh imam.
Keutamaan Membaca Dzikir Diantara Takbir
Setiap jeda antara takbir dalam sholat Id adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dzikir yang dibaca bukan sekadar ritual, melainkan ungkapan tasbih, tahmid, dan pengakuan kebesaran-Nya.
Membaca dzikir dengan penuh kesadaran di antara takbir menjadikan sholat Idul Fitri terasa lebih bermakna. Setiap lafaz yang terucap adalah doa yang naik ke langit di hari yang paling mulia bagi umat Islam.








