Niat dan Doa Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadhan 2026

Niat dan Doa Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadhan 2026
Ilustrasi.

Sebelum Ramadhan tiba, tak sedikit umat muslim yang mensucikan diri dengan melakukan mandi wajib sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan penuh keberkahan.

Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan cerminan semangat untuk hadir di bulan suci dalam kondisi jiwa dan raga yang bersih.

Namun, banyak yang masih belum memahami apakah mandi keramas sebelum berpuasa itu wajib, bagaimana niatnya, dan apa saja langkah yang perlu dilakukan? Berikut penjelasannya.

Apakah Wajib Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadhan?

Mandi keramas sebelum menjalani puasa Ramadhan tidak tergolong kewajiban yang mengikat seluruh umat Islam tanpa terkecuali.

Dalam ajaran fikih, mandi besar atau mandi wajib hanya berlaku bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi hadas besar, yakni setelah berhubungan suami istri, keluar air mani, selesai haid, nifas, atau melahirkan.

Bagi yang tidak berada dalam kondisi tersebut, mandi sebelum Ramadhan berstatus sunnah. Artinya, amalan ini sangat dianjurkan dan bernilai ibadah, tetapi tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa seseorang.

Kitab Hasyiyah al-Bajuri bahkan secara khusus menyebut anjuran mandi pada setiap malam di bulan Ramadhan sebagai bagian dari amalan yang disunnahkan.

Adapun bagi yang masuk waktu Subuh masih dalam keadaan junub, puasanya tetap sah. Hal ini berlandaskan hadis yang diriwayatkan Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah mendapati waktu fajar Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi, lalu beliau mandi dan tetap melanjutkan puasanya (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun demikian, mandi wajib harus segera dilakukan sebelum waktu Subuh berlalu agar salat dapat ditunaikan dalam keadaan suci.

Niat Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadhan 2026

Terdapat dua jenis niat yang perlu dipahami sesuai kondisi masing-masing.

1. Niat Mandi Wajib (bagi yang berhadas besar):

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Mandi Sunnah (bagi yang ingin mensucikan diri menyambut Ramadhan):

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan

Berikut langkah-langkah mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah SAW yang dapat dilakukan sebelum puasa Ramadhan:

  1. Bacakan niat mandi wajib atau mandi sunnah di dalam hati sebelum memulai, sebagai penegasan tujuan bersuci.
  2. Cuci kedua tangan sebanyak tiga kali hingga bersih sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.
  3. Bersihkan area kemaluan dan bagian tubuh lain yang terkena najis menggunakan tangan kiri.
  4. Bilas kembali kedua tangan dengan sabun hingga benar-benar bersih.
  5. Lakukan wudhu secara sempurna seperti wudhu sebelum salat.
  6. Guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali, pastikan air meresap hingga pangkal rambut.
  7. Sela-sela rambut dengan jari tangan agar air benar-benar menjangkau kulit kepala. Bagi laki-laki, langkah ini hukumnya wajib, sedangkan bagi perempuan berstatus sunnah selama air sudah sampai ke akar rambut.
  8. Alirkan air ke seluruh tubuh secara menyeluruh, mulai dari sisi kanan lalu dilanjutkan ke sisi kiri. Pastikan tidak ada satu pun bagian tubuh yang terlewat, termasuk lipatan kulit.

Doa Setelah Mandi Wajib

Setelah selesai mandi wajib, dianjurkan untuk membaca doa berikut sebagai penutup dan bentuk harapan agar ibadah diterima:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk mereka yang senantiasa menyucikan diri.”

Doa ini bersifat sunnah, doa ini merupakan permohonan agar Allah menerima niat suci kita dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang selalu menjaga kesucian lahir dan batin.

Menyambut Ramadhan 2026 dengan bersuci bukan hanya soal kebersihan tubuh. Lebih dari itu, ini adalah cara kita menghormati bulan yang mulia dengan kehadiran yang penuh, bersih, dan siap menjalani setiap ibadah dengan sepenuh hati.