Tak terasa, kita kini berada di penghujung bulan yang paling mulia dalam kalender Islam. Ramadhan hampir usai.
Satu bulan penuh kita menjalani puasa, memperbanyak ibadah, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Kini waktunya berpamitan.
Di momen perpisahan dengan bulan suci ini, ada satu amalan lisan yang sangat dianjurkan, yaitu memanjatkan doa akhir Ramadhan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Banyak umat Islam yang belum mengetahui doa khusus ini. Padahal, bacaannya singkat, penuh makna, dan memiliki kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam.
Daftar isi
Doa Akhir Bulan Ramadhan
Doa akhir Ramadhan yang dimaksud di sini erat kaitannya dengan malam Lailatul Qadar. Malam yang nilainya melebihi seribu bulan itu diyakini hadir di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Rasulullah SAW sendiri bersabda agar umat Islam bersungguh-sungguh mencarinya. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menegaskan hal tersebut dengan sangat jelas.
Suatu hari, Aisyah RA bertanya langsung kepada Rasulullah SAW tentang doa terbaik yang bisa dipanjatkan saat malam Lailatul Qadar tiba. Beliau pun menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Singkat namun sarat dengan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.
Makna Mendalam di Balik Doa Ini
Doa tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah pengakuan tulus seorang hamba bahwa dirinya tidak luput dari dosa dan kekhilafan selama satu bulan penuh.
Memohon maaf kepada Allah adalah puncak dari seluruh perjalanan Ramadhan. Puasa, shalat tarawih, tadarus, dan sedekah bermuara pada satu harapan, yaitu ampunan-Nya.
Lafal “afuwwun” dalam doa ini mengandung arti Allah yang Maha Menghapus dosa. Bukan sekadar mengampuni, tetapi benar-benar menghapus jejak kesalahan seorang hamba.
Itulah mengapa Rasulullah SAW memilihkan doa ini untuk Aisyah RA, dan melaluinya, untuk seluruh umat Islam yang ingin mengakhiri Ramadhan dengan sebaik-baik doa.
Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Akhir Ramadhan?
Doa ini dianjurkan dibaca sebanyak-banyaknya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Berikut waktu-waktu yang paling dianjurkan:
- Setelah shalat Isya dan tarawih selesai ditunaikan.
- Di pertengahan malam saat suasana sunyi dan khusyuk tercipta.
- Menjelang waktu sahur, karena waktu itu termasuk sepertiga malam terakhir.
- Di sela-sela shalat witir sebelum tidur atau sebelum fajar tiba.
- Setiap kali terbangun di malam hari, manfaatkan momen itu untuk berdoa.
Tidak ada batasan jumlah dalam membacanya. Semakin sering dipanjatkan, semakin besar kemungkinan doa itu bertepatan dengan turunnya Lailatul Qadar.
Doa Melihat Hilal Awal Syawal
Ketika Ramadhan resmi berakhir dan bulan sabit Syawal mulai tampak di langit, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca. Berikut dua versinya:
Versi Pertama:
اللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ
Latin: Allahu akbar, allahumma ahlilhu ‘alaina bil-amni wal-imani was-salamati wal-islami wat-taufiki lima tuhibbu rabbana wa tardha, rabbuna wa rabbukallah.
Artinya: “Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, dan taufik untuk menjalankan apa yang Engkau sukai dan ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. Tirmidzi)
Versi Kedua:
اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ
Latin: Allahumma ahillahu ‘alaina bil-yumni wal-imani was-salamati wal-islami rabbi wa rabbukallah.
Artinya: “Ya Allah, munculkanlah ia kepada kami dengan keberkahan, iman, keselamatan, dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Lafal Takbir Idul Fitri yang Disunnahkan
Saat matahari terakhir Ramadhan terbenam, sunnah Nabi menganjurkan agar umat Islam memperbanyak takbir. Ini berlangsung hingga shalat Idul Fitri selesai dilaksanakan.
Lafal Takbir Versi Pertama:
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.”
Lafal Takbir Versi Kedua:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
Latin: Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila, la ilaha illallahu wa la na’budu illa iyyahu mukhlishina lahud dina wa law karihal kafirun, la ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaba wahdah, la ilaha illallahu wallahu akbar.
Artinya: “Allah Maha Besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha Suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan agama meski orang kafir membencinya. Tiada tuhan selain Allah Yang Esa, menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan memorak-porandakan musuh-Nya. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.”
Tips Mengakhiri Ramadhan dengan Sempurna
Agar perpisahan dengan Ramadhan tahun ini benar-benar bermakna, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Perbanyak membaca doa akhir Ramadhan di setiap kesempatan yang ada.
- Tunaikan zakat fitrah sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan agar sah hukumnya.
- Perbanyak istighfar dan muhasabah atas amal ibadah selama sebulan penuh.
- Sambut datangnya hilal Syawal dengan doa yang telah diajarkan Rasulullah SAW.
- Niatkan untuk menjaga semangat ibadah Ramadhan agar tetap terbawa ke bulan berikutnya.
Ramadhan memang hanya sebulan, tetapi nilai-nilai yang ia tanamkan seharusnya bertahan sepanjang tahun. Doa adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan Allah, bahkan setelah bulan suci ini berlalu.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di Ramadhan ini dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan lebih baik. Aamiin.








