Mulai 1 Januari 2026, seluruh peserta BPJS Kesehatan diwajibkan menjalani skrining riwayat kesehatan secara rutin minimal satu kali dalam setahun.
Ketentuan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pemeriksaan ini tidak memerlukan kunjungan langsung karena dapat dilakukan secara mandiri melalui laman resmi BPJS Kesehatan atau aplikasi di ponsel.
Cukup menjawab sejumlah pertanyaan sesuai kondisi tubuh, peserta akan langsung mendapatkan gambaran awal tentang risiko kesehatan yang dimiliki.
Daftar isi
Apa itu Skrining Kesehatan?
Skrining kesehatan merupakan proses pengumpulan informasi terkait kondisi tubuh, kebiasaan hidup, serta riwayat penyakit pribadi dan keluarga.
Data tersebut diolah untuk melihat potensi risiko penyakit, khususnya penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung.
Berdasarkan regulasi yang tertuang dalam Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024, layanan ini dirancang khusus untuk mendeteksi risiko penyakit tidak menular sejak tahap awal.
Program ini mencakup pemeriksaan potensi 14 jenis penyakit kronis, termasuk diabetes melitus, hipertensi, stroke, penyakit jantung iskemik, kanker payudara, kanker serviks, tuberkulosis, hepatitis B dan C, talasemia, kanker usus, kanker paru, paru obstruktif kronis, hingga anemia pada remaja putri.
Bagi BPJS Kesehatan, skrining berfungsi sebagai alat pemetaan risiko agar pelayanan medis bisa diberikan secara lebih tepat dan terarah.
Bagi peserta, hasil skrining dapat menjadi pengingat awal untuk mulai memperbaiki pola hidup atau segera memeriksakan diri ke tenaga medis.
Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026
Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan melalui dua cara. Hasilnya akan muncul otomatis setelah seluruh pertanyaan dijawab dan disimpan di sistem BPJS Kesehatan.
1. Melalui Web
Berikut langkah-langkah melakukan skrining melalui website resmi:
- Buka browser dan kunjungi alamat webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining
- Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS beserta tanggal lahir
- Ketik kode CAPTCHA yang tertera, kemudian klik “Cari Peserta”
- Pilih tombol “Setuju” untuk melanjutkan
- Isi data berat badan dan tinggi badan sesuai kondisi terkini
- Sistem akan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) secara otomatis dan menampilkan interpretasinya: Kurus (IMT < 18.5), Normal (IMT 18.5 – 24.9), Gemuk (IMT 25.0 – 29.9), atau Obesitas (IMT ≥ 30.0)
- Masukkan nomor telepon seluler yang aktif, lalu klik “Selanjutnya”
- Jawab seluruh pertanyaan yang terbagi dalam 8 halaman secara jujur dan teliti
- Setelah tuntas, klik “Simpan” dan pilih “Setuju”
- Hasil skrining akan muncul beserta informasi potensi penyakit yang berisiko
- Gulir ke bawah untuk memilih “Review Jawaban Skrining” jika ingin melihat detail jawaban
- Bagian akhir halaman menampilkan status kesehatan: “Berisiko” atau “Tidak Berisiko”
2. Melalui Aplikasi
Bagi pengguna smartphone, aplikasi Mobile JKN menawarkan kemudahan akses yang lebih praktis:
- Unduh aplikasi Mobile JKN dari Play Store atau App Store
- Daftar atau login ke akun menggunakan NIK atau nomor kartu BPJS
- Dari halaman utama, pilih “Menu Lainnya”
- Klik “Skrining Riwayat Kesehatan”
- Pilih nomor kartu BPJS peserta yang akan diskrining, lalu klik “Pilih”
- Klik “Setuju” untuk memulai proses
- Masukkan data berat badan dan tinggi badan
- Sistem akan menampilkan perhitungan IMT beserta interpretasinya
- Klik “Selanjutnya”, kemudian jawab semua pertanyaan di 8 halaman yang disediakan
- Jika sudah selesai, klik “Simpan” dan pilih “Setuju”
- Hasil skrining akan ditampilkan lengkap dengan informasi penyakit yang berisiko
- Gulir ke bawah untuk memilih “Review Jawaban Skrining” guna melihat detail jawaban sebelumnya
- Laman akhir menunjukkan kesimpulan dengan status “Berisiko” atau “Tidak Berisiko”
Cara Membaca Hasil Skrining BPJS Kesehatan
Hasil skrining terbagi dalam tiga kategori utama berdasarkan tingkat risiko:
1. Risiko Rendah
Peserta tidak menunjukkan tanda atau gejala penyakit kronis. Meski demikian, tetap dianjurkan menjalani pola hidup sehat untuk mempertahankan kondisi prima.
2. Risiko Sedang
Terdapat beberapa faktor risiko seperti kelebihan berat badan, tekanan darah yang cenderung tinggi, atau kebiasaan merokok. Peserta dengan kategori ini sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih detail di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
3. Risiko Tinggi
Ditemukan tanda-tanda penyakit tidak menular yang memerlukan penanganan segera. Peserta harus segera berkonsultasi dengan dokter di FKTP terdaftar untuk mendapatkan terapi yang tepat.
Hasil Riwayat Skrining Kesehatan
Sistem skrining menampilkan kesimpulan berupa berisiko penyakit atau tidak berisiko penyakit. Jika hasil menunjukkan status “berisiko penyakit”, peserta dapat segera melakukan konsultasi medis di FKTP untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai.
Informasi lokasi FKTP terdekat akan tercantum pada halaman hasil skrining untuk memudahkan tindak lanjut. Adapun daftar penyakit yang dapat terdeteksi melalui skrining riwayat kesehatan BPJS meliputi:
- Diabetes melitus
- Hipertensi
- Penyakit jantung iskemik
- Stroke
- Kanker leher rahim
- Kanker payudara
- Kanker usus
- Kanker paru
- Anemia remaja putri
- Tuberkulosis
- Hepatitis B dan C
- Paru obstruktif kronis
- Talasemia
Sebaliknya, jika hasil menunjukkan “tidak berisiko penyakit”, peserta tetap mendapatkan rekomendasi untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Anjuran medis juga akan diberikan sesuai profil kesehatan masing-masing individu, termasuk saran mengenai pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari.
Kapan Skrining BPJS Kesehatan Dilakukan Lagi?
Skrining kesehatan di BPJS hanya dapat dilakukan setahun sekali. Setelah berhasil menyelesaikan skrining tahun ini, peserta baru dapat melakukan skrining berikutnya pada 1 Januari tahun mendatang.
Sistem akan secara otomatis mencatat tanggal pelaksanaan skrining terakhir untuk memastikan interval waktu yang tepat.
Bagi peserta yang memilih FKTP berupa klinik pratama, dokter praktik perorangan, atau dokter gigi perorangan, skrining dapat dilakukan lebih awal.
Sementara peserta yang terdaftar di puskesmas mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Namun, bagi mereka yang belum mengakses layanan di fasilitas kesehatan, skrining dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan jadwal khusus.
Pentingnya Skrining Kesehatan Sejak Dini
Skrining kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga tercinta. Berikut pentingnya skrining kesehatan:
1. Membantu Tenaga Medis Memahami Kondisi Pasien
Skrining memberikan informasi riwayat kesehatan yang lengkap kepada tenaga medis. Data komprehensif ini memungkinkan dokter memberikan diagnosis yang lebih akurat dan penanganan yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap pasien.
2. Memungkinkan Deteksi Dini
Penyakit-penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi seringkali berkembang tanpa gejala yang jelas di tahap awal. Ketika terdeteksi sedini mungkin, peluang penanganan yang berhasil jauh lebih besar dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
3. Langkah Sederhana Berdampak Besar
Cukup meluangkan beberapa menit untuk mengisi formulir digital, seseorang bisa mendapatkan gambaran komprehensif tentang kondisi kesehatannya. Langkah preventif ini dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.
Layanan skrining ini gratis untuk semua peserta aktif BPJS Kesehatan. Jika mengalami kendala teknis saat mengisi formulir, peserta dapat menghubungi Care Center 165 atau memanfaatkan layanan Chat Assistant JKN (CHIKA) yang tersedia 24 jam.








