Sebelum pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA dimulai secara resmi, ada satu tahap wajib yang harus dilalui seluruh sekolah SD dan SMP se-Indonesia.
Tahap itu adalah gladi bersih, sebuah persiapan teknis terstruktur yang bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari rangkaian ujian nasional.
Sayangnya, masih banyak siswa dan orang tua yang belum benar-benar memahami apa arti gladi bersih TKA dan mengapa tahap ini begitu krusial untuk dijalani.
Dasar hukum pelaksanaannya tertuang dalam Surat Edaran Nomor 0534/B/F4/SK.02.02/2026 yang resmi ditandatangani oleh Dr. Rahmawati, M.Ed., pada 5 Maret 2026.
Apa itu Gladi Bersih TKA?
Gladi bersih TKA adalah simulasi resmi yang seluruh pelaksanaannya dirancang semirip mungkin dengan kondisi ujian sesungguhnya pada hari utama berlangsung.
Berbeda dari latihan biasa, kegiatan ini menggunakan data asli siswa yang telah terdaftar secara resmi dalam sistem pendataan TKA di tingkat nasional.
Setiap peserta masuk menggunakan akun pribadi mereka sendiri, mencakup proses login, memasukkan token ujian, lalu mencoba mengerjakan beberapa soal nyata.
Saat gladi bersih berlangsung, siswa tidak diwajibkan menyelesaikan semua soal hingga waktu habis karena tujuannya adalah pengenalan sistem, bukan penilaian.
Berikut tujuan utama pelaksanaan gladi bersih yang perlu dipahami oleh siswa, orang tua, dan seluruh pihak sekolah:
- Memberikan pemahaman teknis kepada calon peserta tentang cara menggunakan aplikasi tes berbasis komputer, mulai dari login hingga menyelesaikan sesi ujian.
- Melatih proktor, teknisi, dan pengawas ruang agar benar-benar memahami prosedur operasional standar sebelum hari pelaksanaan TKA utama tiba.
- Menguji kapasitas server pusat dan kesiapan seluruh perangkat komputer di sekolah secara bersamaan dalam skala nasional yang serentak.
- Memastikan tidak ada kendala teknis yang tersisa sehingga ujian utama bisa berjalan lancar tanpa hambatan dari sisi sistem maupun perangkat.
Perbedaan Gladi Bersih dan Simulasi
Gladi bersih dan simulasi TKA sering dianggap sama oleh banyak pihak, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar dan tidak bisa diabaikan begitu saja.
Memahami perbedaan ini sangat penting agar sekolah, siswa, dan orang tua bisa mempersiapkan diri secara tepat sesuai dengan jenis kegiatan yang sedang dijalani.
Berikut empat perbedaan utama antara simulasi dan gladi bersih TKA yang wajib diketahui:
- Peserta: Simulasi hanya diikuti oleh sekolah berstatus mandiri, sedangkan gladi bersih wajib diikuti semua sekolah termasuk yang masih menumpang di sekolah lain.
- Data yang digunakan: Simulasi memakai data dummy atau contoh, sementara gladi bersih sudah menggunakan data nyata siswa peserta TKA yang terdaftar dalam sistem.
- Kehadiran siswa: Pada simulasi, kehadiran siswa tidak diwajibkan karena data yang dipakai bukan data asli. Saat gladi bersih, siswa wajib hadir karena akun mereka aktif.
- Fokus pengujian: Simulasi mengecek infrastruktur sekolah secara mandiri, sedangkan gladi bersih menguji server pusat dan seluruh perangkat sekolah secara serentak nasional.
Jadwal Gladi Bersih TKA SD-SMP 2026
Pusat Asesmen Pendidikan telah menetapkan jadwal resmi gladi bersih TKA 2026 dalam beberapa gelombang, termasuk satu gelombang tambahan yang ditetapkan belakangan.
Sekolah diberikan kebebasan penuh untuk memilih gelombang yang paling sesuai dengan kesiapan mereka, tanpa harus sama dengan gelombang TKA utama yang dipilih.
Sebagai contoh, sekolah yang terdaftar pada Gelombang 4 TKA utama tetap diperbolehkan mengikuti gladi bersih di Gelombang 1, 2, 3, maupun Gelombang Tambahan.
Berikut jadwal lengkap gladi bersih TKA jenjang SD dan SMP tahun 2026 yang perlu segera dicatat oleh seluruh satuan pendidikan:
- Gelombang 1: 9–10 Maret 2026
- Gelombang 2: 11–12 Maret 2026
- Gelombang Khusus: 14–15 Maret 2026
- Gelombang 3: 16–17 Maret 2026
- Gelombang Tambahan: 30–31 Maret 2026
Seluruh Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag di berbagai daerah diminta aktif berkoordinasi demi memastikan kesiapan semua pihak sebelum ujian utama berlangsung.
Bagi para siswa, inilah kesempatan nyata untuk mengenal sistem ujian berbasis komputer secara langsung, jauh sebelum hari pelaksanaan yang sesungguhnya tiba.








