Setiap Lebaran tiba, satu kalimat selalu hadir di antara pelukan hangat dan jabat tangan yang penuh ketulusan di seluruh penjuru negeri.
Kalimat itu adalah taqabbalallahu minna wa minkum, ungkapan bahasa Arab yang sudah menjadi bagian paling ikonik dari perayaan Idul Fitri umat Muslim sedunia.
Anehnya, meski diucapkan jutaan kali setiap tahun, banyak orang belum tahu persis apa maknanya, dari mana asalnya, dan bagaimana cara membalasnya dengan benar.
Daftar isi
- 1 Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
- 2 Lafaz Lengkap Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
- 3 Asal-Usul Ucapan Ini dalam Sejarah Islam
- 4 Waktu yang Tepat Mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
- 5 Cara Membalas Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
- 6 Contoh Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum untuk Idul Fitri 1447 H
Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Kalimat taqabbalallahu minna wa minkum berasal dari bahasa Arab dengan tulisan asli تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ yang bermakna doa yang sangat personal.
Terjemahan harfiahnya adalah “Semoga Allah menerima amal ibadah dari kami dan dari kalian,” sebuah harapan yang ditujukan kepada diri sendiri sekaligus kepada orang lain.
Dalam konteks Idul Fitri, amal yang dimaksud merujuk pada seluruh ibadah sepanjang Ramadan, mulai dari puasa, salat tarawih, tadarus, hingga sedekah dan zakat fitrah.
Ucapan ini bisa diperluas dengan tambahan shiyamana wa shiyamakum artinya “puasa kami dan puasa kalian”, sehingga doa yang dipanjatkan menjadi lebih spesifik dan bermakna.
Lafaz Lengkap Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Versi panjang dari ucapan ini dalam bahasa Arab berbunyi:
تقبل الله منا و منكم صيامنا و صيامكم وجعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين كل عام وأنتم بخير
Latin: Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin kullu aamiin wa antum bi khair.
Artinya: “Semoga Allah menerima ibadah puasa kita, menjadikan kita termasuk orang yang kembali suci, meraih kemenangan, dan senantiasa berada dalam kebaikan setiap tahunnya.”
Asal-Usul Ucapan Ini dalam Sejarah Islam
Tradisi mengucapkan kalimat ini bukan sesuatu yang muncul belakangan, melainkan sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW hidup bersama para sahabatnya di Madinah.
Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani mencatat bahwa Rasulullah SAW beserta para sahabat saling bertukar ucapan ini setiap kali bertemu pada hari raya.
Riwayat Sunan Al-Baihaqi turut memperkuat hal ini lewat kisah Watsilah bin Asqa’ yang mengucapkan kalimat tersebut kepada Rasulullah SAW, dan beliau membalasnya dengan sama.
Imam Ahmad pun menilai sanad dari Abu Umamah terkait ucapan ini sebagai sanad yang jayyid, artinya baik dan dapat dijadikan sandaran dalam praktik keagamaan sehari-hari.
Fakta ini menegaskan bahwa taqabbalallahu minna wa minkum bukan sekadar tradisi budaya, melainkan sunah yang berakar langsung dari praktik Nabi Muhammad SAW.
Waktu yang Tepat Mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Tidak ada batasan ketat soal kapan ucapan ini boleh disampaikan selama momen Lebaran berlangsung, karena waktunya cukup panjang dan fleksibel bagi siapa saja.
Ucapan ini lazim disampaikan mulai dari malam takbiran, pagi hari shalat Id, saat silaturahmi, hingga beberapa hari setelah Idul Fitri resmi tiba.
Kalimat ini bisa diucapkan langsung saat bersalaman dan berpelukan, maupun dikirimkan lewat pesan singkat kepada sanak keluarga yang tinggal jauh dari kita.
Cara Membalas Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Ketika seseorang mengucapkan kalimat ini, banyak yang terdiam sejenak karena tidak tahu harus membalas dengan apa selain senyuman atau kata “sama-sama”.
Padahal, cara membalasnya sudah dijelaskan secara rinci dalam beberapa riwayat ulama terkemuka yang bisa dijadikan pegangan oleh umat Muslim hingga hari ini.
Berikut cara membalas ucapan taqabbalallahu minna wa minkum sesuai tuntunan:
- Ucapkan “Na’am, taqabbalallahu minna wa minkum” sebagai balasan paling utama. Kata na’am berarti “ya” sebagai tanda menerima doa sekaligus mendoakan hal yang sama.
- Boleh juga membalas hanya dengan “Taqabbalallahu minna wa minkum” tanpa kata na’am di depannya. Kedua versi ini sah dan diakui dalam tradisi keilmuan Islam klasik.
- Riwayat Imam Al-Baihaqi menyebutkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz membalas ucapan ini dengan kalimat yang persis sama seperti yang disampaikan kepadanya oleh para sahabat.
- Riwayat Imam At-Thabrani mencatat Hasan Al-Bashri menjawab, “Na’am, taqabbalallahu minna wa minka” saat seseorang mengucapkan kalimat tersebut kepadanya di hari raya.
Intinya, membalas doa dengan doa yang serupa adalah bentuk paling tulus dari rasa saling menghargai dan mendoakan antarumat Muslim di momen yang paling dinantikan setiap tahun.
Contoh Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum untuk Idul Fitri 1447 H
Berikut beberapa contoh ucapan yang bisa langsung dipakai saat bertemu kerabat maupun dikirimkan kepada orang-orang tersayang di hari kemenangan ini:
- Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga seluruh amal ibadah kita selama Ramadan diterima oleh Allah SWT. Selamat Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.
- Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga kita termasuk golongan yang kembali fitri dan meraih kemenangan sejati di sisi Allah SWT.
- Taqabbalallahu minna wa minkum. Mari sambut hari kemenangan ini dengan hati yang bersih, lapang dada, dan semangat mempererat tali silaturahmi bersama semua orang.
- Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin. Semoga pintu maaf selalu terbuka lebar dan keberkahan terus mengalir di setiap langkah kehidupan kita.
- Taqabbalallohu minna waminkum wataqobbal ya karim. Selamat merayakan Idul Fitri 1447 H bersama keluarga tercinta dalam kebahagiaan dan kedamaian yang tulus.
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum adalah cermin dari nilai Islam yang paling indah, yaitu saling mendoakan kebaikan tanpa pamrih kepada sesama saudara seiman.
Ketika kalimat itu terucap, di sana tersimpan harapan besar agar semua jerih payah ibadah selama satu bulan penuh tidak berlalu sia-sia, melainkan diterima dan dicatat sebagai bekal.








