Setiap malam Nisfu Syaban, sejumlah ulama menganjurkan umat muslim untuk melaksanakan sholat tasbih. Ibadah sunnah ini memiliki keistimewaan tersendiri karena dipenuhi bacaan dzikir yang melimpah.
Rasulullah SAW bahkan mengajarkan langsung kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib, tentang amalan mulia ini sebagai sarana memohon ampunan kepada Allah SWT.
Nama sholat tasbih sendiri berasal dari banyaknya kalimat tasbih yang dibaca selama pelaksanaannya. Dalam setiap rakaat, dzikir ini diucapkan sebanyak 75 kali, menjadikannya berbeda dari sholat sunnah lainnya.
Keutamaan ibadah ini begitu besar hingga Imam As-Subki menegaskan bahwa orang yang mengetahui manfaatnya namun meninggalkannya bagaikan meremehkan ajaran agama.
Meski hadits tentang sholat tasbih tergolong dhaif menurut sebagian ulama, namun para ahli fikih mazhab Syafi’i seperti Abu Muhammad Al-Baghawi dan Abul Mahasin Ar-Rayani tetap menetapkan kesunnahannya.
Daftar isi
Waktu Pelaksanaan Sholat Tasbih
Sholat tasbih boleh dilakukan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari, selama bukan waktu yang dilarang untuk beribadah. Namun, Imam Nawawi memberikan catatan khusus mengenai teknis pelaksanaannya berdasarkan waktu.
Jika dikerjakan pada malam hari, sebaiknya dilakukan dengan format empat rakaat dua salam—artinya bersalam setelah rakaat kedua, lalu melanjutkan dua rakaat berikutnya.
Sementara bila dikerjakan pada siang hari, bisa memilih antara empat rakaat satu salam atau tetap empat rakaat dua salam.
Khusus untuk malam Nisfu Syaban yang dipandang sebagai waktu mustajab, banyak ulama merekomendasikan format empat rakaat dengan dua kali salam.
Niat Sholat Tasbih 4 Rakaat dan 2 Salam
Sebelum memulai ibadah, bacalah niat berikut di dalam hati atau diucapkan pelan:
أصَلِّي سُنَّةَ التَسْبِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatat tasbihi rok’ataini lillahi ta’ala”
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dibaca sebelum takbiratul ihram pada rakaat pertama. Untuk rakaat ketiga, niat yang sama dibaca kembali karena format dua salam berarti ada dua kali permulaan sholat terpisah.
Bacaan Tasbih
Kalimat dzikir yang menjadi inti dari sholat ini adalah:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
“Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar”
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Beberapa riwayat menambahkan kalimat “wa laa haula wa laa quwwata illa billah” (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Bacaan ini diulang dalam hitungan tertentu di setiap posisi sholat.
Tata Cara Sholat Tasbih 4 Rakaat dan 2 Salam
Secara umum, tata cara sholat tasbih tidak berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada penempatan dan jumlah bacaan tasbih.
Berikut urutan pelaksanaannya secara ringkas dan sistematis:
- Berdiri dan membaca niat, dilanjutkan takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah, kemudian surat Al-Fatihah dan surat pendek pilihan.
- Setelah selesai membaca surat, langsung ucapkan tasbih sebanyak 15 kali sebelum rukuk.
- Rukuk sambil membaca doa rukuk, lalu sebelum bangkit ke posisi itidal, baca tasbih 10 kali.
- Berdiri itidal dan membaca doanya, kemudian ucapkan tasbih 10 kali sebelum turun sujud.
- Sujud pertama dengan doanya, lalu sebelum bangkit duduk, baca tasbih 10 kali.
- Duduk di antara dua sujud, ucapkan doanya dan tambahkan tasbih 10 kali sebelum sujud kedua.
- Sujud kedua dengan doanya, kemudian sebelum bangkit, baca tasbih 10 kali lagi.
- Duduk sejenak (sebelum berdiri ke rakaat berikutnya), baca tasbih 10 kali, baru kemudian berdiri.
- Total dalam satu rakaat: 75 kali bacaan tasbih (15 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10).
- Rakaat kedua dikerjakan persis seperti rakaat pertama, namun setelah tasyahud akhir, tambahkan tasbih 10 kali sebelum salam.
- Setelah salam pertama, lanjutkan dengan dua rakaat berikutnya menggunakan cara yang sama, mulai dari niat hingga salam kedua.
Tata Cara Membaca Tasbih dalam Sholat Tasbih
Agar lebih mudah mengingat, berikut urutan pembacaan tasbih:
- Setelah membaca Al-Fatihah dan surat: 15 kali
- Saat rukuk (sebelum bangkit): 10 kali
- Saat itidal (sebelum sujud): 10 kali
- Saat sujud pertama (sebelum bangkit): 10 kali
- Duduk antara dua sujud: 10 kali
- Saat sujud kedua (sebelum bangkit): 10 kali
- Duduk sebelum berdiri ke rakaat berikutnya: 10 kali
- Setelah tasyahud akhir (sebelum salam): 10 kali
Pola ini berlaku untuk seluruh empat rakaat. Kuncinya adalah kesabaran dan kekhusyukan dalam setiap gerakan, tidak terburu-buru agar hitungan tasbih tidak terlewat.








