Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi waktu istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Namun, sebelum memasuki bulan suci tersebut, ada satu proses penting yang selalu dinantikan yakni pengumuman resmi kapan tepatnya puasa dimulai.
Tahun ini, Kementerian Agama Republik Indonesia kembali mempersiapkan rangkaian kegiatan untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah.
Bagi jutaan umat muslim Indonesia, penetapan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari tradisi keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.
Daftar isi
Apa itu Sidang Isbat?
Sidang isbat adalah forum resmi yang diselenggarakan pemerintah untuk menetapkan dimulainya bulan-bulan penting dalam kalender Islam, khususnya Ramadhan, Syawal (Idul Fitri), dan Dzulhijjah (Idul Adha).
Dalam sidang tersebut, hadir sejumlah perwakilan organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), pakar astronomi dan ilmu falak, BMKG, wakil dari kedutaan besar negara-negara Islam, anggota DPR, hingga perwakilan Mahkamah Agung.
Kehadiran mereka memastikan bahwa keputusan yang diambil bersifat komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syar’i.
Proses penetapan dilakukan melalui tiga tahapan utama.
- Pertama, para ahli memaparkan data astronomi mengenai posisi hilal—bulan sabit muda yang menjadi penanda pergantian bulan Hijriah.
- Kedua, dilakukan verifikasi terhadap hasil pengamatan langsung (rukyatul hilal) dari 37 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia.
- Ketiga, barulah dilakukan musyawarah untuk mengambil keputusan final yang kemudian diumumkan kepada masyarakat luas.
Mekanisme ini sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah, yang menjadi landasan hukum dan rujukan utama dalam proses ini.
Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026
Kementerian Agama telah mengonfirmasi bahwa sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah akan digelar pada 17 Februari 2026.
Acara akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa pemerintah konsisten mengintegrasikan dua metode utama dalam penetapan kalender Islam yaitu metode hisab dan rukyat.
Hisab adalah perhitungan matematis berbasis astronomi untuk memperkirakan posisi bulan, sedangkan rukyat adalah pengamatan visual terhadap hilal di langit.
Untuk memaksimalkan hasil pengamatan, Kementerian Agama akan mengirimkan tim ahli ke berbagai lokasi strategis yang dinilai potensial untuk melihat hilal dengan jelas.
Muhammadiyah menerapkan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi murni tanpa menunggu hasil pengamatan visual.
Berdasarkan metode ini, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sesuai Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Sementara itu, pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) menggabungkan hisab dengan rukyatul hilal, sehingga penetapan baru bisa dilakukan setelah proses pengamatan selesai.
Perbedaan metodologi ini sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari dinamika khazanah Islam Indonesia yang perlu disikapi dengan saling menghormati.
Jam Berapa Hasil Sidang Isbat Diumumkan?
Sidang isbat umumnya berlangsung pada sore hingga malam hari, sekitar waktu maghrib atau setelahnya. Waktu ini dipilih karena bertepatan dengan momen terbenamnya matahari—saat yang krusial untuk pengamatan hilal.
Pengumuman resmi hasil sidang biasanya dilakukan pada malam yang sama, tidak lama setelah musyawarah selesai.
Kecepatan pengumuman ini sangat penting agar umat muslim segera mengetahui apakah keesokan harinya sudah memasuki 1 Ramadhan atau masih melanjutkan bulan Syaban.
Informasi ini juga berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan ibadah tarawih pada malam pertama Ramadhan.
Jika hasil sidang menetapkan bahwa malam itu sudah memasuki 1 Ramadhan, maka umat muslim dapat langsung melaksanakan salat tarawih di masjid-masjid.
Prediksi Awal Ramadhan 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis Kementerian Agama, prakiraan awal Ramadhan 1447 H adalah Kamis, 19 Februari 2026.
Namun perlu diingat, ini masih bersifat perkiraan sementara yang dapat berubah tergantung hasil sidang isbat pada 17 Februari mendatang.
NU juga memprakirakan tanggal yang sama—Kamis, 19 Februari 2026—sesuai dengan Almanak NU Tahun 2026 yang disusun Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU.
Sementara Muhammadiyah, seperti dijelaskan sebelumnya, telah menetapkan sehari lebih awal, yakni Rabu, 18 Februari 2026.
Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak (konjungsi bulan-matahari) menjelang Ramadhan akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC.
Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, analisis menunjukkan bahwa kriteria visibilitas hilal belum terpenuhi di belahan bumi mana pun.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa kemungkinan besar awal Ramadhan akan jatuh pada 19 Februari, meski keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat resmi.








