LEVEL UP MC FORMAL KPMJ VIII: Mendalami Karakter MC Profesional

Bandung, Kamis 12 Maret 2026 — Korps Protokol Mahasiswa Jurusan (KPMJ) Ilmu Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Level Up Pelatihan Master of Ceremony (MC) dengan tema “Protokol Kreatif dalam Membangun Karakter MC Profesional.”

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menghadirkan Ria Agustira, S.I.Kom., seorang Public Speaker sekaligus Demisioner KPMJ VII sebagai pemateri.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan anggota KPMJ dalam menjalankan peran sebagai Master of Ceremony yang profesional, memahami etika dalam memandu acara, serta mempersiapkan anggota untuk bertugas dalam kegiatan keprotokolan di lingkungan Jurusan Ilmu Komunikasi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Dr. Encep Dulwahab, S.Sos., M.I. Kom. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keterampilan sebagai Master of Ceremony dan perangkat acara lainnya akan sangat bermanfaat ketika mahasiswa memasuki dunia kerja profesional.

“Jujur saya iri karena dulu tidak ada pelatihan seperti ini. Jadi beruntunglah kalian yang mendapatkan kesempatan belajar secara langsung. Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin. Saya juga bangga karena KPMJ melibatkan pemateri dari demisioner, dan saya berharap hubungan antara mahasiswa, alumni, dan dosen terus terjalin untuk membangun silaturahmi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Memasuki sesi pematerian, Ria Agustira menjelaskan peran strategis seorang MC sebagai penghubung informasi antara panitia dan peserta serta penghubung antar rangkaian acara. Ia menegaskan bahwa MC bukan sekadar membacakan susunan acara, tetapi berperan memimpin jalannya kegiatan agar berlangsung tertib dan kondusif.

Dalam pemaparannya, Ria juga menjelaskan beberapa teknik dasar yang harus dimiliki oleh seorang MC profesional, salah satunya teknik olah vokal seperti pressing atau penekanan kata pada bagian penting dalam kalimat. Selain itu, ia juga memperkenalkan teknik pernapasan dada dan diafragma yang membantu menjaga kestabilan suara saat memandu acara.

Tidak hanya kemampuan vokal, pemateri juga menekankan pentingnya visual performance atau penampilan. Menurutnya, penampilan yang rapi merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain yang ditemui dalam suatu acara, terutama ketika berhadapan dengan tamu penting.

“Aku selalu menerapkan dresswell di kehidupan sehari-hari karna ini bentuk menghargai diri aku sendiri dan juga menghargai orang-orang yang aku temui, kita juga ga akan tau ada kesempatan apa didepan sana, ada suatu moment aku sempat tiba tiba ditawarkan menjadi Mc karna berpakaian rapi dan langsung harus siap aja.”

Ria juga membagikan pengalamannya saat menjadi MC di berbagai kegiatan. Ia menjelaskan bahwa seorang MC harus selalu siap menghadapi berbagai situasi di lapangan, mulai dari perubahan rundown, kendala teknis seperti gangguan sound system, hingga keterlambatan narasumber.

Selain itu, pemateri juga memberikan tips improvisasi ketika menghadapi kondisi tak terduga, seperti tetap tenang, mengajak audiens berinteraksi melalui ice breaking, serta menggunakan humor ringan yang sesuai dengan karakter audiens agar suasana acara tetap hidup.

Sebelum memasuki sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Pada sesi ini, peserta aktif membahas berbagai kasus yang sering terjadi dalam praktik MC profesional di lapangan.

Pelatihan Level Up Master of Ceremony yang diikuti oleh anggota Korps Protokol Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan VIII ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh Ketua KPMJ VIII, Siti Khoerunnisa, sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan.

Penulis
Rima Khoerunnisa